kupu-kupu

Selasa, 18 Agustus 2015

Solusi dan Inovasi dari Permasalahan Lingkungan Hidup yang Berkaitan dengan Ilmu Ke-Teknik-an


Salam Sejahtera bagi kita semua.





           Pertama saya akan mengucap syukur kepada Tuhan YME atas karunia-Nya saya dapat menyelesaikan artikel ini demi memenuhi tugas saya sebagai mahasiswa baru.
           Pepatah mengatakan bahwa, tak kenal maka tak sayang. Oleh karena itu, langkah awal yang seharusnya saya ambil adalah memperkenalkan diri saya. Saya, Ira Octaviani Dame Simanungkalit dari Jurusan Teknik Sipil di Universitas Sumatera Utara (USU). Kali ini, saya akan membahas tentang permasalahan lingkungan hidup di sekitar kita yang seakan menjadi momok bangsa.

           Seperti yang kita ketahui, negara Indonesia mengalami begitu banyak permasalahan lingkungan hidup. Seperti misalnya, banjir, kebakaran hutan, tanah longsor dan lainnya. Saya akan mengungkap salah satu penyebab banjir di Indonesia. Salah satunya adalah sempitnya lahan kosong yang tersedia sebagai lahan penyerapan air hujan. Hal ini disebabkan oleh maraknya pembangunan gedung-gedung bertingkat dan bangunan semi-permanent lainnya. Indonesia sedang marak melakukan pembangunan besar-besaran sebagai bentuk perkembangan Indonesia. Tapi seiring berjalannya waktu, kita seakan melupakan hal penting lainnya demi melakukan perbaikan wilayah kota. Lahan penyerapan air sangat dibutuhkan untuk mencegah banjir, terutama di kota. Pembangunan besar-besaran malah menjadi senjata makan tuan. Kurangnya pemahaman perencanaan tata kota membuat kelalaian kerap kali terjadi.
            Solusi apa yang dapat membantu Indonesia keluar dari permasalahannya namun tidak mengganggu pembangunan kota? Salah satunya adalah pemahaman akan perencanaan tata kota yang teratur. Pembangunan tanpa perencanaan yang matang hanyalah kelalaian fatal yang dianggap remeh. Sering kali karena mengejar nilai investasi, pengusaha meremehkan keselamatan daerah sekitarnya. Akhirnya, lahan penyerapan air hujan pun tak tersisa. Disinilah kerja anak teknik dibutuhkan. Selain memikirkan nilai investasi, kita juga harus memikirkan dampaknya akan lingkungan. Oleh karena itu, perencanaan yang teratur sangat dibutuhkan. Lalu, solusi selanjutnya adalah diciptakannya taman kota yang terletak di pusat kota. Selain menambah persediaan oksigen, dengan adanya taman kota dapat membantu penyerapan air. Dimana lahan kosong pada taman kota akan sangat membantu penyerapan air hujan. Air hujan itu sendiri dapat menyuburkan tanaman di taman kota. Jika lebih memungkinkan, air hujan tersebut dapat ditampung sebagai persediaan air yang dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya. Dan kita dapat mencontoh dari negeri tetangga. Jepang. Pembangunan di Jepang sangat inovatif. Disana sedang marak pembangunan rumah semi-permanent yang sering disebut 'Rumah Mikro'. Rumah Mikro ini dapat dijadikan solusi dan inovasi yang sangat membantu pengurangan penggunan lahan berlebihan. Rumah Mikro ini sendiri sudah diterapkan di Jepang sejak tahun 1990-an. Hal ini berawal sejak berkurangnya lahan yang memadai untuk pembangunan di Jepang. Nilai investasinya pun terus meningkat seiring dengan semakin populernya rumah mikro di Jepang. Rumah ini didesain sedemikian rupa sehingga fasilitasnya pun tidak perlu diragukan. Di Rumah Mikro ini, meja makan dan meja-meja lainnya dapat dilipat sehingga tidak memakan tempat.
              Selain itu, pembangunan rumah semi-permanent setidaknya menyediakan lahan seperti taman tempat penyerapan air hujan sekurang-kurangnya 1/5 bagian. Hal ini akan sangat membantu baik bagi masyarakat dan lingkungan kita sendiri. Hal ini dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan dapat disosialisasikan dengan pihak-pihak berwajib yang menangani lingkungan sekitar Anda. Selain itu, pembangunan taman di lingkungan RT, RW, bahkan Desa akan sangat membantu. Semakin banyak lahan penyerapan air hujan, akan semakin mengurangi presentase terjadinya banjir di kota. Dengan begini, masalah banjir dapat berangsur-angsur berkurang dan tidak lagi menjadi permasalahan berat.
               Demikianlah solusi dan inovasi yang dapat saya paparkan. Ini adalah buah pemikiran sederhana. Kritik dan Saran sangat saya terima demi memperbaiki tulisan ini agar dapat lebih berguna. Apabila terdapat kesalahan, saya minta maaf. Atas segalanya, saya mengucapkan terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar